”Selama
2011, total penjualan mencapai 8,2 juta unit. Tahun ini, saya perkirakan
penjualan sekitar 9 juta unit,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor
Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, ketika dihubungi .
Ia mengaku
meningkatnya penjualan sepeda motor ini, terkait dengan ritme pertumbuhan
ekonomi tahun 2012 yang diproyeksikan bisa mencapai 6,5 persen.
Selain
faktor pertumbuhan ekonomi, menurutnya, juga karena adanya dukungan finansial
dari lembaga keuangan. Ditambah lagi adanya kebijakan Bank Indonesia (BI) sudah
menurunkan suku bunga (BI rate) dari 6,5 persen menjadi 6 persen.
Dengan
diturunkannya BI rate ini, sebagian pihak khawatir penjualan sepeda motor bakal
semakin booming (meledak). Sehingga kemacetan lalulintas bakal semakin parah.
”Kami mengerti terhadap kekhawatiran seperti itu,”
Namun, ia
mengungkapkan ledakan penjualan ’kuda besi kaki dua ’ ini terjadi secara
alamiah. Selama belum ada transportasi yang layak, nyaman dan murah untuk
masyarakat, ledakan penjualan sepeda motor sulit dielakkan.
”Kalau
pemerintah sudah menyiapkan transportasi yang layak, nyaman dan murah, saya
kira orang dengan sendirinya akan beralih ke angkutan umum,”
Selama
ini, ia mengaku sektor otomotif memberi sumbangan cukup lumayan. Di atas 29
persen terhadap perekonomian nasional. ”Urutan kedua, setelah sektor makanan
dan minuman,” ucapnya.
Selain
itu, lanjut Gunadi, sektor otomotif juga banyak menyerap tenaga kerja. ”Dari
mulai komponen, pabrik mobil hingga pemasaran, banyak sekali menampung tenaga
kerja,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar