Internet
merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana
setiap komputer saling terhubung satu sama lain dari negara yang satu ke negara
lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text,
gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiri berasal dari kata
Interconnection Networking yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer
dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti
telepon, salelit, dan lainnya.
Sekarang ini internet
bebas di akses oleh siapa saja. Seorang anak di bawah umur dan remajapun dapat
mengakses internet dengan mudah dirumahnya atau datang ke tempat penyewaan
komputer yang memiliki jaringan internet yang kita kenal dengan sebutan warnet. Mereka yang dapat
mengakses internet dengan mudah biasanya tidak didampingi oleh orang tua mereka
sehingga mereka bisa saja mengakses situs-situs yang tidak baik seperti
pornografi.
Penggunaan internet
berlebih tanpa adanya pengawasan sangat mempengaruhi perilaku anak di kehidupan
sehari-harinya, apalagi sekarang internet tidak hanya dapat diakses melalui
komputer tetapi dapat juga melalui ponsel. Hal ini dapat mempengaruhi
psikologis anak seperti emosi, hubungan sosial, dan perilakunya.
Seorang anak yang memiliki masalah dengan temannya
seringkali menggunakan internet sebagai pelampiasan amarahnya atau pada saat
sedang online mereka tersinggung dengan sesuatu lalu tiba-tiba marah dan
mengumpat. Hal ini bias terjadi karena di Internet kebanyakan pengguna
menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi
hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek. Karena
pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak
menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan
bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung
menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah
perasaan tertentu.
Seseorang yang
kecanduan internet biasanya tidak mudah berbaur dengan orang lain. Mereka hanya
asik dengan dunianya sendiri di dunia maya dan terisolasi dengan dunia luar
karena mereka menganggap dari internet mereka bisa mendapatkan semua informasi
padahal itu tidak benar. Mereka dianggap kikuk (kuper) atau sebutan lainnya geek. Mereka juga
biasanya dianggap pitar oleh orang-orang disekitarnya padahal itu belum tentu
benar. Hanya sedikit orang-orang geek yang benar-benar pintar dan berhasil dalam bidangnya itu
seperti Sergey Brin dan Larry Page (google founder), Jon Favreau (penulis
pidato Presiden Obama), Natalie Portman (aktris Hollywood), dan Julia
Roberts (aktris Hollywood).
Para geek memiliki perilaku yang sangat pasif dengan sekitarnya.
Mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Mereka hanya
berbicara jika ditanya dan jawaban dari pertanyaan itu singkat serta tidak ada
komunikasi kembali (bertanya kembali). Sehingga mereka akan menjauh dari orang
lain seperti mengambil tempat duduk dipojok belakang di dalam kelas. Dengan
kurangnya komunikasi jika ada sesuatu yang menyinggung perasaannya, mereka akan
melampiaskan emosinya di internet atau ke makanan yang bias berakibat obesitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar